Property
Pasar Perumahan Indonesia Tetap Stabil Dikala Pandemi .

Pasar Perumahan Indonesia Tetap Stabil Dikala Pandemi .

Shinchikumansion – Pasar perumahan di Indonesia hampir tidak berubah, dengan harga rumah riil di 14 kota terbesar di negara ini turun kurang dari 0,1% pada tahun 2020, setelah turun dari 0,65% pada tahun 2019, 0,17% pada tahun 2018, 0,1% pada tahun 2017 dan 0,63% pada tahun 2016. Harga rumah turun sedikit pada kuartal terakhir sebesar 0,13%. Covid memiliki efek yang banyak orang harapkan. Menurut Bank Indonesia, penjualan real estat turun 30,9% yoy pada kuartal ketiga 2020. Setelah turun 25,6% yoy pada kuartal kedua dan 43,2% pada kuartal pertama. Secara triwulanan, penjualan pada triwulan III-2020 meningkat sebesar 7,9%.

Pengawasan real estat Indonesia menawarkan segudang peluang untuk memastikan pandemi Covid-19 yang permanen. Kami dapat memberi Anda kondisi yang sangat baik, tetapi juga tempat yang stabil bagi kami. Anda dapat menggunakan 12,2% lebih banyak selama setengah tahun daripada periode periode yang sama. Kami menawarkan berbagai Akomodasi di dekat.

Aktivitas perumahan lumpuh tahun lalu karena pembatasan dan tindakan penutupan terkait pandemi. Pada 2020, hanya 2.698 unit yang selesai di Jakarta, turun 72,4% dari 9.769 unit pada tahun sebelumnya. Sewa, pendapatan sewa: hasil tinggi di Jakarta sebesar 7,09% Biaya apartemen di Jakarta murah, sekitar $2.595 per meter persegi. Indonesia: harga beli tipikal apartemen di pusat kota, sewa bulanan (120 meter persegi) Harga beli Tarif per bulan Pendapatan Jakarta $311.400 $1.847.09%

Ekonomi Menurun, Pasar Terancam Akan Mengalami Penyusutan

Berita terbaru: Setelah dua dekade pertumbuhan tanpa gangguan, ekonomi Indonesia menyusut 2,07% pada tahun 2020, sangat kontras dengan pertumbuhan 5% pada tahun 2019. Untuk meningkatkan kegiatan ekonomi, pemerintah telah memperkenalkan paket stimulus senilai $744,28 triliun IDR ($53,26 miliar) . ) tahun lalu, termasuk dana sebesar Rp1,5 triliun (US$107,3 ​​juta) untuk program perumahan bersubsidi, yang diharapkan dapat mendanai 175.000 rumah baru.

 

Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini mengumumkan bahwa anggaran pemulihan COVID-19 pemerintah tahun 2021 akan ditingkatkan lebih lanjut menjadi Rp619 triliun ($44,4 miliar), dari alokasi anggaran semula Rp372,3 triliun ($26,7 miliar). Pemerintah memperkirakan ekonomi akan tumbuh antara 4,5% dan 5,5% tahun ini. Sedikit lebih optimis dari perkiraan Bank Dunia baru-baru ini sebesar 4,4%.

Baca Juga : Kemajuan Teknologi Desain Kreatif Industri Mulai DIlirik Kaum Milenial